Paperback º Kepada Apakah PDF/EPUB Þ

Paperback º Kepada Apakah PDF/EPUB Þ

Kepada Apakah [BOOKS] ⚣ Kepada Apakah By Afrizal Malna – Capitalsoftworks.co.uk Ram, seorang mahasiswa filsafat yang juga pemain teater, menghadapi pertanyaan dari dosen Filsafat Etika Apakah yang kamu pahami tentang apakah Sejak pertanyaan ujian tadi yang menguasai pikiranku, ak Ram, seorang mahasiswa filsafat yang juga pemain teater, menghadapi pertanyaan dari dosen Filsafat Etika Apakah yang kamu pahami tentang apakah Sejak pertanyaan ujian tadi yang menguasai pikiranku, aku ingin memutuskan semua hubungan dengan apa pun Aku ingin berada di luar semua ikatan yang telah menciptakan banyak kerumitan Melepaskan ikatan sirkuit yang menyebalkan antara kehidupan dan kematian Melepaskan ikatan antara kata benda dengan kata sifatPertanyaan itu menguasai pikiran Ram sepanjang perjalanan ke beberapa kota di Jawa dan Ternate Pikiran pikiran yang seringkali dipengaruhi ilusi dan halusinasi Membuat perbedaan tipis antara imajinasi dan kenyataan Antara Ram dan Wulung, kekasihnya.


10 thoughts on “Kepada Apakah

  1. htanzil htanzil says:

    Tidak mudah memahami novel Kepada Apakah karya Afrizal Malna, penyair senior berkepala plontos yang buku puisinya Mesin Penghancur Dokumen menerima anugerah Khatulistiwa Award 2013 untuk katergori puisi Dari judul yang bernuansa filsafat Kepada Apakah dengan covernya yang unik berupa daun telinga yang tertusuk panah ini membuat calon pembacanya sulit untuk dapat mengira ngira apa isi dari novel ini.Novel ini dimulai dengan kalimat, Apakah yang kamu pahami tentang apakah , sebuah pertanyaa Tidak mudah memahami novel Kepada Apakah karya Afrizal Malna, penyair senior berkepala plontos yang buku puisinya Mesin Penghancur Dokumen menerima anugerah Khatulistiwa Award 2013 untuk katergori puisi Dari judul yang bernuansa filsafat Kepada Apakah dengan covernya yang unik berupa daun telinga yang tertusuk panah ini membuat calon pembacanya sulit untuk dapat mengira ngira apa isi dari novel ini.Novel ini dimulai dengan kalimat, Apakah yang kamu pahami tentang apakah , sebuah pertanyaan ujian yang diajukan oleh dosen Filsafat Etika kepada Ram, tokoh novel ini, seorang mahasiswa filsafat semester pertama Sejak pertanyaan ujian tadi yang menguasai pikiranku, aku ingin memutuskan semua hubungan dengan apa pun Aku ingin berada di luar semua ikatan yang telah menciptakan banyak kerumitan Melepaskan ikatan sirkuit yang menyebalkan antara kehidupan dan kematian Melepaskan ikatan antar kata benda dengan kata sifat hlm10 Pertanyaan itu menguasai pikiran Ram sepanjang perjalanannya ke beberapa kota mulai dari Bandung, Sukabumi, Surabaya, Malang hingga Ternate Bagaimana Ram mencari jawaban dari pertanyaan dosennya dan apa saja yang dialami dalam perjalanannya inilah yang dikisahkan dalam novel ini Tak hanya apa yang dialaminya secara fisik namun novel ini juga mengisahkan ilusi dan halusinasi yang dialami Ram sepanjang perjalanannya.Novel ini dibagi dalam dua bagian besar, dimana bagian pertamanya yang mendominasi novel ini mengisahkan tentang sosok Ram, perjalanannya dan kisah cintanya yang tidak biasa, sedangkan bagian berikutnya mengisahkan tentang Wulung, kekasih Ram yang sedang berada di Eropa Bagian pertama yang merupakan kisah perjalanan Ram ini diambil dari kisah nyata penulisnya, jadi bisa dikatakan ini adalah novel perjalanan Afrizal Malna dan tentang pertemuannya dengan sejumlah orang dari satu tempat ke tempat lain sejak 2012 Karena berdasarkan pengalaman penulisnya maka dalam novel ini tampaknya penulis sengaja menampilkan nama nama asli orang sastrawan yang pernah ditemuinya, bahkan Afrizal Malna sendiri muncul sebagai cameo dalam novel ini Selain itu, kegelisahan, pengalaman berteater, keikutsertaannya dalam Pertemuan Penyair Nusantara VI di Ternate, pandangannya pandangan kebudayaan, kritik sosial, pandangannya akan puisi kontemporer, serta imajinasi imajinasinya sebagai seorang pernyair dll bertebaran dalam novel ini Selain itu beberapa buku, karya sastra, naskah drama, teater, puisi, dan cerpen juga disinggung dalam novel ini Mungkin sebenarnya ini sebuah novel yang menarik jika saya bisa menangkap apa maksud penulis dalam menulis novelnya ini, namun sayangnya saya gagal memahaminya kecuali beberapa tuturan penulis tentang buku, karya sastra, candi candi peninggalan Majapahit , rumah peninggalan Wallace di Ternate, dan kritik kritik sosialnya yang membuka wawasan saya akan hal hal tersebut Selebihnya saya gagal paham, hal ini mungkin karena keterbatasan wawasan saya dalam dalam memahami karya sastra beraroma filsafat ini Banyaknya penulis memasukkan ilusi dan halusinasi Ram yang berkelindanan dalam kisah perjalanan sang tokoh juga membuat saya sulit memisahkan apakah ini imajinasi atau kejadian yang benar benar dialami oleh sang tokoh Singkat kata ini adalah novel yang tidak bisa sepenuhnya saya mengertiAwalnya saya hampir saja menyerah membaca novel ini, untungnya seorang kawan mengatakan pada saya kalau karya karya Afrizal Malna itu memang bukan untuk dimengerti namun untuk dinikmati Karenanya alih alih mencoba untuk memahaminya dan gagal saya pun mencoba menikmati novel ini Dan benar, saya ternyata lebih bisa menikmati novel ini dibanding memaksakan diri untuk memahaminya Saya nikmati perjalanan tokohnya beserta kisah cintanya yang tidak biasa, saya sesapi gaya ungkap penulis yang puitis, saya mencoba larut dalam imajinasi halunisasi tokoh Ram yang liar dan tidak terduga seperti gerbong kereta yang banjir, atau bagaimana ribuan binatang yang pernah dimakan Ram seperti ayam, sapi, kambing, dan babi bernyanyi dan menari nari keluar dari kamar kosnya.Demikianlah akhirnya, novel yang gagal saya pahami ini akhirnya berhasil saya nikmati dengan baik Sungguh tidak mengira novel yang tadinya hendak saya sudahi sebelum saya selesai membacanya ini ternyata sebuah karya yang membawa saya pada pengalaman baru dalam membaca sebuah novel yang tidak biasa seperti ini htanzil


  2. Alvin Zirtaf Alvin Zirtaf says:

    Untuk saya, yang memutuskan untuk berhenti membaca buku ini ketika menemukan wkwkwk sebagai cara penulisan tawa di halaman 60, buku ini terlalu rumit Entah benar rumit atau dirumit rumitkan atau saya yang tidak sabar Sudut tokoh berpindah serampangan dan metafor bertaburan Satu bintang bukan untuk bukunya, tapi untuk saya sendiri sebagai pengingat bahwa ada sebuah buku yang mungkin bisa dibaca ketika ilmu mengenai filsafat saya telah berkembang dan kesabaran saya lebih besar ketika review Untuk saya, yang memutuskan untuk berhenti membaca buku ini ketika menemukan wkwkwk sebagai cara penulisan tawa di halaman 60, buku ini terlalu rumit Entah benar rumit atau dirumit rumitkan atau saya yang tidak sabar Sudut tokoh berpindah serampangan dan metafor bertaburan Satu bintang bukan untuk bukunya, tapi untuk saya sendiri sebagai pengingat bahwa ada sebuah buku yang mungkin bisa dibaca ketika ilmu mengenai filsafat saya telah berkembang dan kesabaran saya lebih besar ketika review ini dibuat


  3. dvd.tbg dvd.tbg says:

    Membaca Esai Penutup pada kumpulan sajak Malna yang berjudul Museum Penghancur Dokumen membantu pembaca menikmati novel Kepada Apakah , novel yang tidak biasa.


  4. Olive Hateem Olive Hateem says:

    Saya tidak bisa bilang apakah karya pertama Afrizal Malna yang saya baca ini memiliki kerampungan ataupun ketidakrampungan karena bisa dinikmati dari segala sisi depan, tengah, akhir, bahkan sinopsis saja Awalnya saya tertarik dengan embel embel filsafat yang ada di deskripsi buku, kemudian lebih tertarik lagi dengan kisah kisah sial dan derita yang dipaparkan oleh tokoh tokoh dalam plot cerita antisintaksis yang beberapa kali membuat saya berdecak sambil berkata, Juancuk.


  5. Ophan Bunjos Ophan Bunjos says:

    Serius aku mau buku ni Tolong sampaikan niatku kepada mana mana makhluk yang merasa tau di mana buku ini ada


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 thoughts on “Kepada Apakah

  1. htanzil htanzil says:

    Tidak mudah memahami novel Kepada Apakah karya Afrizal Malna, penyair senior berkepala plontos yang buku puisinya Mesin Penghancur Dokumen menerima anugerah Khatulistiwa Award 2013 untuk katergori puisi Dari judul yang bernuansa filsafat Kepada Apakah dengan covernya yang unik berupa daun telinga yang tertusuk panah ini membuat calon pembacanya sulit untuk dapat mengira ngira apa isi dari novel ini.Novel ini dimulai dengan kalimat, Apakah yang kamu pahami tentang apakah , sebuah pertanyaa Tidak mudah memahami novel Kepada Apakah karya Afrizal Malna, penyair senior berkepala plontos yang buku puisinya Mesin Penghancur Dokumen menerima anugerah Khatulistiwa Award 2013 untuk katergori puisi Dari judul yang bernuansa filsafat Kepada Apakah dengan covernya yang unik berupa daun telinga yang tertusuk panah ini membuat calon pembacanya sulit untuk dapat mengira ngira apa isi dari novel ini.Novel ini dimulai dengan kalimat, Apakah yang kamu pahami tentang apakah , sebuah pertanyaan ujian yang diajukan oleh dosen Filsafat Etika kepada Ram, tokoh novel ini, seorang mahasiswa filsafat semester pertama Sejak pertanyaan ujian tadi yang menguasai pikiranku, aku ingin memutuskan semua hubungan dengan apa pun Aku ingin berada di luar semua ikatan yang telah menciptakan banyak kerumitan Melepaskan ikatan sirkuit yang menyebalkan antara kehidupan dan kematian Melepaskan ikatan antar kata benda dengan kata sifat hlm10 Pertanyaan itu menguasai pikiran Ram sepanjang perjalanannya ke beberapa kota mulai dari Bandung, Sukabumi, Surabaya, Malang hingga Ternate Bagaimana Ram mencari jawaban dari pertanyaan dosennya dan apa saja yang dialami dalam perjalanannya inilah yang dikisahkan dalam novel ini Tak hanya apa yang dialaminya secara fisik namun novel ini juga mengisahkan ilusi dan halusinasi yang dialami Ram sepanjang perjalanannya.Novel ini dibagi dalam dua bagian besar, dimana bagian pertamanya yang mendominasi novel ini mengisahkan tentang sosok Ram, perjalanannya dan kisah cintanya yang tidak biasa, sedangkan bagian berikutnya mengisahkan tentang Wulung, kekasih Ram yang sedang berada di Eropa Bagian pertama yang merupakan kisah perjalanan Ram ini diambil dari kisah nyata penulisnya, jadi bisa dikatakan ini adalah novel perjalanan Afrizal Malna dan tentang pertemuannya dengan sejumlah orang dari satu tempat ke tempat lain sejak 2012 Karena berdasarkan pengalaman penulisnya maka dalam novel ini tampaknya penulis sengaja menampilkan nama nama asli orang sastrawan yang pernah ditemuinya, bahkan Afrizal Malna sendiri muncul sebagai cameo dalam novel ini Selain itu, kegelisahan, pengalaman berteater, keikutsertaannya dalam Pertemuan Penyair Nusantara VI di Ternate, pandangannya pandangan kebudayaan, kritik sosial, pandangannya akan puisi kontemporer, serta imajinasi imajinasinya sebagai seorang pernyair dll bertebaran dalam novel ini Selain itu beberapa buku, karya sastra, naskah drama, teater, puisi, dan cerpen juga disinggung dalam novel ini Mungkin sebenarnya ini sebuah novel yang menarik jika saya bisa menangkap apa maksud penulis dalam menulis novelnya ini, namun sayangnya saya gagal memahaminya kecuali beberapa tuturan penulis tentang buku, karya sastra, candi candi peninggalan Majapahit , rumah peninggalan Wallace di Ternate, dan kritik kritik sosialnya yang membuka wawasan saya akan hal hal tersebut Selebihnya saya gagal paham, hal ini mungkin karena keterbatasan wawasan saya dalam dalam memahami karya sastra beraroma filsafat ini Banyaknya penulis memasukkan ilusi dan halusinasi Ram yang berkelindanan dalam kisah perjalanan sang tokoh juga membuat saya sulit memisahkan apakah ini imajinasi atau kejadian yang benar benar dialami oleh sang tokoh Singkat kata ini adalah novel yang tidak bisa sepenuhnya saya mengertiAwalnya saya hampir saja menyerah membaca novel ini, untungnya seorang kawan mengatakan pada saya kalau karya karya Afrizal Malna itu memang bukan untuk dimengerti namun untuk dinikmati Karenanya alih alih mencoba untuk memahaminya dan gagal saya pun mencoba menikmati novel ini Dan benar, saya ternyata lebih bisa menikmati novel ini dibanding memaksakan diri untuk memahaminya Saya nikmati perjalanan tokohnya beserta kisah cintanya yang tidak biasa, saya sesapi gaya ungkap penulis yang puitis, saya mencoba larut dalam imajinasi halunisasi tokoh Ram yang liar dan tidak terduga seperti gerbong kereta yang banjir, atau bagaimana ribuan binatang yang pernah dimakan Ram seperti ayam, sapi, kambing, dan babi bernyanyi dan menari nari keluar dari kamar kosnya.Demikianlah akhirnya, novel yang gagal saya pahami ini akhirnya berhasil saya nikmati dengan baik Sungguh tidak mengira novel yang tadinya hendak saya sudahi sebelum saya selesai membacanya ini ternyata sebuah karya yang membawa saya pada pengalaman baru dalam membaca sebuah novel yang tidak biasa seperti ini htanzil

  2. Alvin Zirtaf Alvin Zirtaf says:

    Untuk saya, yang memutuskan untuk berhenti membaca buku ini ketika menemukan wkwkwk sebagai cara penulisan tawa di halaman 60, buku ini terlalu rumit Entah benar rumit atau dirumit rumitkan atau saya yang tidak sabar Sudut tokoh berpindah serampangan dan metafor bertaburan Satu bintang bukan untuk bukunya, tapi untuk saya sendiri sebagai pengingat bahwa ada sebuah buku yang mungkin bisa dibaca ketika ilmu mengenai filsafat saya telah berkembang dan kesabaran saya lebih besar ketika review Untuk saya, yang memutuskan untuk berhenti membaca buku ini ketika menemukan wkwkwk sebagai cara penulisan tawa di halaman 60, buku ini terlalu rumit Entah benar rumit atau dirumit rumitkan atau saya yang tidak sabar Sudut tokoh berpindah serampangan dan metafor bertaburan Satu bintang bukan untuk bukunya, tapi untuk saya sendiri sebagai pengingat bahwa ada sebuah buku yang mungkin bisa dibaca ketika ilmu mengenai filsafat saya telah berkembang dan kesabaran saya lebih besar ketika review ini dibuat

  3. dvd.tbg dvd.tbg says:

    Membaca Esai Penutup pada kumpulan sajak Malna yang berjudul Museum Penghancur Dokumen membantu pembaca menikmati novel Kepada Apakah , novel yang tidak biasa.

  4. Olive Hateem Olive Hateem says:

    Saya tidak bisa bilang apakah karya pertama Afrizal Malna yang saya baca ini memiliki kerampungan ataupun ketidakrampungan karena bisa dinikmati dari segala sisi depan, tengah, akhir, bahkan sinopsis saja Awalnya saya tertarik dengan embel embel filsafat yang ada di deskripsi buku, kemudian lebih tertarik lagi dengan kisah kisah sial dan derita yang dipaparkan oleh tokoh tokoh dalam plot cerita antisintaksis yang beberapa kali membuat saya berdecak sambil berkata, Juancuk.

  5. Ophan Bunjos Ophan Bunjos says:

    Serius aku mau buku ni Tolong sampaikan niatku kepada mana mana makhluk yang merasa tau di mana buku ini ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *