Mencari Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan Manusia atas

Mencari Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan Manusia atas


  • Paperback
  • 384 pages
  • Mencari Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan Manusia atas Hegemoni Kuasa Esai esai Sastra Politika dan Budaya
  • Anton Kurnia
  • Indonesian
  • 18 December 2016

6 thoughts on “Mencari Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan Manusia atas Hegemoni Kuasa Esai esai Sastra Politika dan Budaya

  1. Dion Yulianto Dion Yulianto says:

    Sebuah kumpulan tulisan tentang pentingnya tulisan Mencari Setangkai Daun Surga adalah sebuah catatan penting terkait sastra dan budaya baik di Indonesia maupun di dunia Tersusun atas 70 esai lepas buku ini menjadi pengikat tulisan tulisan Anton Kurnia yang bertebaran di media massa selama kurun waktu 2003 – 2015 Selain itu ada juga sejumlah tulisan yang pernah dicetak sebagai pengantar dari beberapa buku Meskipun sifatnya lepas lepas dengan pembahasan tiap bab yang kadang tidak berkaitan tentang pisang dan selfie misalnya buku ini sangat enak dibaca karena pembahasannya yang bernas dan banyak mengulas tentang buku Kita dapat mengambil banyak dari satu buku ini Siapa tahu dgn merenungi kegilaan orang lain kita bisa lebih waras dan lebih bijak menghadapi kegilaan kegilaan kita sendiri Membaca sastra dengan demikian adalah semacam tamasya imajinasi yg mengasyikkan dan barangkali ada gunanya hlm 69 Secara garis besar buku ini terbagi menjadi tiga bagian Pada bagian pertama—yang menyusun hampir separuh dari halaman buku ini—kita dapat membaca 25 tulisan yang membincang beragam hal dalam khazanah kesusasteraan Indonesia dan dunia Karena membicang dunia buku kita bisa temukan banyak referensi buku bagus di bagian ini Karya karya sastra pengarang kelas dunia yang selayaknya kita baca demi berkembangnya dunia sastra dan kebudayaan bangsa Di bagian ini penulis juga mengupas cukup banyak tentang para sastrawan pemenang Novel Sastra yang jarang diungkap dalam dunia sastra tanah air Sastrawan yang baik adalah saksi zaman dan masyarakatnya Ketika kebenaran ditindas dia harus jadi penyambung lidah rakyat lewat tulisan Di bagian pertama ini banyak juga tulisan lepas tentang para sastrawan besar Indonesia tentang pentingnya peran penerjemah sebagai kurir sastra yang sebenarnya juga tentang fakta bahwa banyak tokoh pendiri bangsa kita dulunya adalah anak anak muda yang gemar membaca dan mau bergerak untuk mengamalkan ilmunya Secara tersirat penulis seperti hendak menekankan pentingnya kegiatan membaca bagi perjuangan kemerdekaan bangsa ini Pentingnya membaca yang sepertinya terus ditekankan dalam bab bab buku ini semakin menegaskan posisi penulis sebagai tokoh pengiat sastra di tanah air Kita perlu membaca karya2 bermutu dari khazanah sastra dunia demi kemajuan kita sendiri membandingkan kemudian belajar dari mereka hlm 178Membaca bagian ini kita jadi tahu lebih banyak tentang kisah kisah di balik dunia perbukuan yang mungkin jarang diungkap di permukaan Misalnya saja tentang penulis yang dimusuhi pemerintah negaranya sendiri hanya karena dia menulis tentang kebenaran Khusus tentang para pemenang Nobel dikisahkan juga sekelumit kisah Dorris Lessing pemenang Nobel Sastra yang pernah di persona nongrata oleh pemerintah Rhodesia dan Afrika Selatan Para penggemar buku sastra mungkin akan bersuka cita membaca karya Anton Kurnia ini karena penulis penulis besar Timur seperti Orhan Pamuk Mo Yan Murakami dan Pram banyak dibahas Bagi pembaca awam membaca buku ini akan menjadi referensi tentang buku buku bagus yang bisa dicoba untuk dibaca mulai dari karya Kafka hingga Ayu Utami Konon manusia memang mahkluk terunik dan paling susah dipahami di kolong langit hlm 69Bagian kedua buku ini penulis banyak menyorot pada persoalan politik kontemporer—terutama di negeri sendiri Walau begitu bau bau buku masih lumayan kental di bagian ini karena beberapa kali penulis akan merujuk pada buku buku tertentu sebagai perbandingan atau studi kasus dari sejumlah peristiwa dan situasi politik Misalnya saja menyorot tentang pemilihan presiden tahun 2014 lalu penulis membukanya dengan ulasan novel Black Beauty karya Anna Sewell 1877 Dibahas pula peran tokoh tokoh pergerakan nasional yang selama ini mungkin hanya beberapa dari kita saja yang tahu jasa jasanya semisal Tan Malaka dan Soe Hok Gie Peran mereka dalam menyuarakan kebenaran seringkali diganjar dengan kurungan bahkan hukuman mati Terkait posisi penulis Anton Kurnia menyitir ungkapan penulis besar Gabriel Garcia Maruez tentang pentingnya penulis melawan dengan pena Kadang pena lebih tajam dari pedang dan itu benar Tugas seorang penulis adalah menulis dgn sebaik baiknya kata Gabriel G Maruez Dengan cara itulah dia berbakti kepada bangsanya hlm 131Pada bagian ketiga kita akan temui tulisan gado gado yang bercorak perenungan Penulis menyorot sejumlah fenomena social dan budaya untuk lalu dikaitkan dengan kesadaran intelektual kita Dengan kata lain bagian ketiga ini merupakan contoh renungan orang cerdas yang kita bisa belajar banyak dari pandangan pandangannya Karena sifatnya yang reflektif unsur subjektivitas terasa cukup kental di bagian ini Pembahasannya juga ramai dan mungkin terasa tidak focus karena mengulas banyak hal bola pisang korupsi makian nama orang Indonesia hingga fenomena selfie Kita bisa membaca pendapat pribadi penulis terkait sejumlah peristiwa politik kontemporer di sini Boleh setuju boleh juga tidak; yang penting tetap damai karena hidup yang tak direnungi adalah hidup yang tak layak dijalani SocratesDitulis sebagai artikel untuk surat kabar tulisan tulisan di buku ini mungkin terasa terlalu singkat kurang mendalam dan kadang terlalu cepat selesai padahal saya ingin lebih banyak membaca tentang peran penerjemah misalnya Namun bahkan dari yang singkat singkat ini pun saya sudah mendapatkan banyak pengetahuan mulai dari buku buku rekomendasi hingga sejarah perjuangan Poin ini masih ditambah dengan gaya menulis mas Anton yang sangat mengalir enak diikuti serta mampu memaksa saya bergadang sampai jam 2 pagi untuk membaca buku tebal ini Kelebihan kelebihan ini masih ditambah dengan penggunaan font yang ramah mata dan kertas yang enak dipegang dan dibaui Tentang harapan baik tentang berbuat baik tentang buku buku yang baik dan juga tentang menjadi manusia Indonesia yang lebih baik; inilah empat helai daun dari surga


  2. Steven S Steven S says:

    Perjumpaan saya dengan Anton Kurnia terjadi lewat esai esai beliau yang kerap dimuat di suratkabar nasional Lewat sebidang tulisan yang terhimpun di media tersebut penulis membawa pembaca untuk fokus pada sebuah topik dan akhirnya mampu memahami sebuah keadaan dengan lebih baik bahkan terbilang banyak informasi baru yang bisa didapatkan Kumpulan esai terbaru beliau merupakan salah satu karya yang wajib dibaca tahun ini Ibaratnya ini adalah paket lengkap yang jarang akan Anda temukan di buku lain Ada bahasan tentang sastra politik dan kebudayaan yang dirangkai dalam buku ini Penulis begitu fasih merangkai esai tentang Milan Kundera hingga film Senyap yang dihadang untuk ditonton masyarakat luas Setelah membaca buku ini saya merasa kehadiran penulis sebagai seorang pengamat yang baik dan esais bermutu adalah jaminan 70 esai ini tidak akan mengecewakan Review lengkap bisa dibaca di sini


  3. Ilham Rusdiana Ilham Rusdiana says:

    Kumpulan esai ini terbagi menjadi tiga topik yaitu sastra politik dan budaya Pada bagian pertama Anton Kurnia membahas para penulis terkemuka dan karya legendaris mereka Saya sangat menyukai esai sastra seperti ini Memperdalam pengetahuan sastra saya yang masih awam ini Di bagian kedua Anton menulis bahasan politik yang terjadi di negeri ini Sayangnya tulisan beliau pada tema ini menurut saya cenderung bias


  4. Wawan Kurn Wawan Kurn says:

    Dibagi menjadi tiga bagian Anton telah memberikan kita beberapa hal menarik Mulai dari perkembangan sastra politik serta lingkungan sosial Membaca kumpulan esai ini bisa saya rekomendasikan bagi teman teman yang senang dan sedang belajar menulis


  5. Stebby Julionatan Stebby Julionatan says:

    saya ga ragu memberinya bintang 5 banyak hal hal baru dan menarik yang saya dapat setelah membaca kumpulan esai Mas Anton Kurnia ini ya meskipun saya melewatkan beberapa bab soal bola karena saya tidak suka sepak bola hehehehehe


  6. Wirotomo Nofamilyname Wirotomo Nofamilyname says:

    #8 in 2016Non Fiction article collection 384 pages


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mencari Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan Manusia atas Hegemoni Kuasa Esai esai Sastra Politika dan Budaya➲ [Read] ➭ Mencari Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan Manusia atas Hegemoni Kuasa Esai esai Sastra Politika dan Budaya By Anton Kurnia ➽ – Capitalsoftworks.co.uk “Di tengah ‘hilang arah’ kritik sastra mari kita menantikan Mencari Setangkai Daun Surga”—Ayu Utami novelis“Esai esai Anton Kurnia adalah intuisi publik yang malih ke dalam wawasan sastra “Di tengah ‘hilang arah’ kritik sastra mari Daun Surga PDF/EPUB ¼ kita menantikan Mencari Setangkai Daun Surga”—Ayu Utami novelis“Esai esai Anton Kurnia adalah intuisi publik yang malih ke dalam wawasan sastra Bahasannya tentang aneka pokok sosial budaya—terutama lagi ‘sastra dunia’—mengajak kita orang Nusantara meninggi jadi orang dunia”—Nirwan Dewanto sastrawan“Karya Mencari Setangkai PDF or penting yang memuat seluk beluk sastra Indonesia dan dunia Anton Kurnia memberikan corak analisis yang khas—terbilang langka ditemukan dalam penulisan kritik sastra kontemporer di Indonesia Kompendium tulisan lepas ini merupakan komentar kritis yang menampilkan konteks bahwa sastra mampu mengguncang rezim dan membangunkan masyarakat”—Saras Dewi Kepala Program Setangkai Daun Surga PDF/EPUB ä Studi Ilmu Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas IndonesiaKumpulan esai ini ibarat sebuah mosaik Esai esai pendek di dalamnya merupakan refleksi tentang sejumlah persoalan sastra budaya hingga situasi politik kontemporer dari upaya upaya mengenang berbagai nama dan peristiwa sebagai ikhtiar melawan lupa hingga tanggung jawab kaum intelektual Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan PDF \ di tengah kebangkrutan kolektif kita sebagai bangsa dan manusia Di dalam buku ini kita menjumpai cara cara memaknai hidup para pejuang martir serupa Munir Wiji Thukul Soe Hok Gie Tan Malaka hingga Gandhi yang terus melawan ketidakadilan dalam segala tekanan dan keterbatasanBuku ini hendak menegaskan bahwa tirani dan ketidakadilah harus dijungkalkan Narasi narasi mainstream yang melanggengkan ketidaksetaraan sosial harus dirobohkan.


About the Author: Anton Kurnia

Anton Kurnia lahir di Bandung Jawa Barat Daun Surga PDF/EPUB ¼ Agustus ; umur tahun adalah seorang cerpenis esais penerjemah dan editor Ia pernah kuliah di jurusan Teknik Geologi ITB dan Ilmu Jurnalistik IAIN Sunan Gunung Djati Bandung Kini ia tinggal di Jakarta selain menulis ia bekerja Mencari Setangkai PDF or sebagai Chief Editor di penerbit Serambi JakartaKarya karyanya berupa cerpen esai dan terjemahan karya sastr.


6 thoughts on “Mencari Setangkai Daun Surga Jejak Perlawanan Manusia atas Hegemoni Kuasa Esai esai Sastra Politika dan Budaya

  1. Dion Yulianto Dion Yulianto says:

    Sebuah kumpulan tulisan tentang pentingnya tulisan Mencari Setangkai Daun Surga adalah sebuah catatan penting terkait sastra dan budaya baik di Indonesia maupun di dunia Tersusun atas 70 esai lepas buku ini menjadi pengikat tulisan tulisan Anton Kurnia yang bertebaran di media massa selama kurun waktu 2003 – 2015 Selain itu ada juga sejumlah tulisan yang pernah dicetak sebagai pengantar dari beberapa buku Meskipun sifatnya lepas lepas dengan pembahasan tiap bab yang kadang tidak berkaitan tentang pisang dan selfie misalnya buku ini sangat enak dibaca karena pembahasannya yang bernas dan banyak mengulas tentang buku Kita dapat mengambil banyak dari satu buku ini Siapa tahu dgn merenungi kegilaan orang lain kita bisa lebih waras dan lebih bijak menghadapi kegilaan kegilaan kita sendiri Membaca sastra dengan demikian adalah semacam tamasya imajinasi yg mengasyikkan dan barangkali ada gunanya hlm 69 Secara garis besar buku ini terbagi menjadi tiga bagian Pada bagian pertama—yang menyusun hampir separuh dari halaman buku ini—kita dapat membaca 25 tulisan yang membincang beragam hal dalam khazanah kesusasteraan Indonesia dan dunia Karena membicang dunia buku kita bisa temukan banyak referensi buku bagus di bagian ini Karya karya sastra pengarang kelas dunia yang selayaknya kita baca demi berkembangnya dunia sastra dan kebudayaan bangsa Di bagian ini penulis juga mengupas cukup banyak tentang para sastrawan pemenang Novel Sastra yang jarang diungkap dalam dunia sastra tanah air Sastrawan yang baik adalah saksi zaman dan masyarakatnya Ketika kebenaran ditindas dia harus jadi penyambung lidah rakyat lewat tulisan Di bagian pertama ini banyak juga tulisan lepas tentang para sastrawan besar Indonesia tentang pentingnya peran penerjemah sebagai kurir sastra yang sebenarnya juga tentang fakta bahwa banyak tokoh pendiri bangsa kita dulunya adalah anak anak muda yang gemar membaca dan mau bergerak untuk mengamalkan ilmunya Secara tersirat penulis seperti hendak menekankan pentingnya kegiatan membaca bagi perjuangan kemerdekaan bangsa ini Pentingnya membaca yang sepertinya terus ditekankan dalam bab bab buku ini semakin menegaskan posisi penulis sebagai tokoh pengiat sastra di tanah air Kita perlu membaca karya2 bermutu dari khazanah sastra dunia demi kemajuan kita sendiri membandingkan kemudian belajar dari mereka hlm 178Membaca bagian ini kita jadi tahu lebih banyak tentang kisah kisah di balik dunia perbukuan yang mungkin jarang diungkap di permukaan Misalnya saja tentang penulis yang dimusuhi pemerintah negaranya sendiri hanya karena dia menulis tentang kebenaran Khusus tentang para pemenang Nobel dikisahkan juga sekelumit kisah Dorris Lessing pemenang Nobel Sastra yang pernah di persona nongrata oleh pemerintah Rhodesia dan Afrika Selatan Para penggemar buku sastra mungkin akan bersuka cita membaca karya Anton Kurnia ini karena penulis penulis besar Timur seperti Orhan Pamuk Mo Yan Murakami dan Pram banyak dibahas Bagi pembaca awam membaca buku ini akan menjadi referensi tentang buku buku bagus yang bisa dicoba untuk dibaca mulai dari karya Kafka hingga Ayu Utami Konon manusia memang mahkluk terunik dan paling susah dipahami di kolong langit hlm 69Bagian kedua buku ini penulis banyak menyorot pada persoalan politik kontemporer—terutama di negeri sendiri Walau begitu bau bau buku masih lumayan kental di bagian ini karena beberapa kali penulis akan merujuk pada buku buku tertentu sebagai perbandingan atau studi kasus dari sejumlah peristiwa dan situasi politik Misalnya saja menyorot tentang pemilihan presiden tahun 2014 lalu penulis membukanya dengan ulasan novel Black Beauty karya Anna Sewell 1877 Dibahas pula peran tokoh tokoh pergerakan nasional yang selama ini mungkin hanya beberapa dari kita saja yang tahu jasa jasanya semisal Tan Malaka dan Soe Hok Gie Peran mereka dalam menyuarakan kebenaran seringkali diganjar dengan kurungan bahkan hukuman mati Terkait posisi penulis Anton Kurnia menyitir ungkapan penulis besar Gabriel Garcia Maruez tentang pentingnya penulis melawan dengan pena Kadang pena lebih tajam dari pedang dan itu benar Tugas seorang penulis adalah menulis dgn sebaik baiknya kata Gabriel G Maruez Dengan cara itulah dia berbakti kepada bangsanya hlm 131Pada bagian ketiga kita akan temui tulisan gado gado yang bercorak perenungan Penulis menyorot sejumlah fenomena social dan budaya untuk lalu dikaitkan dengan kesadaran intelektual kita Dengan kata lain bagian ketiga ini merupakan contoh renungan orang cerdas yang kita bisa belajar banyak dari pandangan pandangannya Karena sifatnya yang reflektif unsur subjektivitas terasa cukup kental di bagian ini Pembahasannya juga ramai dan mungkin terasa tidak focus karena mengulas banyak hal bola pisang korupsi makian nama orang Indonesia hingga fenomena selfie Kita bisa membaca pendapat pribadi penulis terkait sejumlah peristiwa politik kontemporer di sini Boleh setuju boleh juga tidak; yang penting tetap damai karena hidup yang tak direnungi adalah hidup yang tak layak dijalani SocratesDitulis sebagai artikel untuk surat kabar tulisan tulisan di buku ini mungkin terasa terlalu singkat kurang mendalam dan kadang terlalu cepat selesai padahal saya ingin lebih banyak membaca tentang peran penerjemah misalnya Namun bahkan dari yang singkat singkat ini pun saya sudah mendapatkan banyak pengetahuan mulai dari buku buku rekomendasi hingga sejarah perjuangan Poin ini masih ditambah dengan gaya menulis mas Anton yang sangat mengalir enak diikuti serta mampu memaksa saya bergadang sampai jam 2 pagi untuk membaca buku tebal ini Kelebihan kelebihan ini masih ditambah dengan penggunaan font yang ramah mata dan kertas yang enak dipegang dan dibaui Tentang harapan baik tentang berbuat baik tentang buku buku yang baik dan juga tentang menjadi manusia Indonesia yang lebih baik; inilah empat helai daun dari surga

  2. Steven S Steven S says:

    Perjumpaan saya dengan Anton Kurnia terjadi lewat esai esai beliau yang kerap dimuat di suratkabar nasional Lewat sebidang tulisan yang terhimpun di media tersebut penulis membawa pembaca untuk fokus pada sebuah topik dan akhirnya mampu memahami sebuah keadaan dengan lebih baik bahkan terbilang banyak informasi baru yang bisa didapatkan Kumpulan esai terbaru beliau merupakan salah satu karya yang wajib dibaca tahun ini Ibaratnya ini adalah paket lengkap yang jarang akan Anda temukan di buku lain Ada bahasan tentang sastra politik dan kebudayaan yang dirangkai dalam buku ini Penulis begitu fasih merangkai esai tentang Milan Kundera hingga film Senyap yang dihadang untuk ditonton masyarakat luas Setelah membaca buku ini saya merasa kehadiran penulis sebagai seorang pengamat yang baik dan esais bermutu adalah jaminan 70 esai ini tidak akan mengecewakan Review lengkap bisa dibaca di sini

  3. Ilham Rusdiana Ilham Rusdiana says:

    Kumpulan esai ini terbagi menjadi tiga topik yaitu sastra politik dan budaya Pada bagian pertama Anton Kurnia membahas para penulis terkemuka dan karya legendaris mereka Saya sangat menyukai esai sastra seperti ini Memperdalam pengetahuan sastra saya yang masih awam ini Di bagian kedua Anton menulis bahasan politik yang terjadi di negeri ini Sayangnya tulisan beliau pada tema ini menurut saya cenderung bias

  4. Wawan Kurn Wawan Kurn says:

    Dibagi menjadi tiga bagian Anton telah memberikan kita beberapa hal menarik Mulai dari perkembangan sastra politik serta lingkungan sosial Membaca kumpulan esai ini bisa saya rekomendasikan bagi teman teman yang senang dan sedang belajar menulis

  5. Stebby Julionatan Stebby Julionatan says:

    saya ga ragu memberinya bintang 5 banyak hal hal baru dan menarik yang saya dapat setelah membaca kumpulan esai Mas Anton Kurnia ini ya meskipun saya melewatkan beberapa bab soal bola karena saya tidak suka sepak bola hehehehehe

  6. Wirotomo Nofamilyname Wirotomo Nofamilyname says:

    #8 in 2016Non Fiction article collection 384 pages

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *